Tuesday, May 1, 2012

Rumus Statistik BOR, LOS, TOI dan BTO di Rumah Sakit

Halo, bertemu lagi di itrumahsakit. Artikel kali ini masih lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai penjelasan singkat tentang rekam medis atgau medical record. Disana kita menguraikan apa yang saja yang dilakukan dan apa tujuan adanya rekam medis pada suatu rumah sakit. Dalam artikel tersebut, kita menguraikan salah satu tugas rekam medis yaitu membuat laporan statistik untuk rumah sakit. Laporan-laporan ini dipergunakan untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Untuk itu pada kesempatan ini, kita akan bahas rumus statistik rumah sakit seperti BOR, LOS dan sebagainya. Walaupun pada profesi rekam medis rumus-rumus tersebut sudah mengetahui dan bahkan pekerjaan yang sangat mudah. Namun artikel ini ditujukan khusus untuk yang belum mengerti bagaimana rumus-rumus menghitung statistik tersebut. Terutama bagi orang-orang yang awam mengenai ilmu rekam medis tetapi ingin belajar atau bahkan mengimplementasikan ilmu ini pada pekerjaan yang sedang digelutinya, seperti perawat yang di mutasikan menjadi staff rekam medis, administrasi yang di 'paksa' menjadi bagian dari rekam medis, bahkan orang IT yang sedang mengembangkan software rumah sakit.

BOR

BOR merupakan kepanjangan dari Bed Occupacion Rate (Angka rata-rata tempat tidur terisi dalam satu tahun). Tempat tidur yang dimaksud adalah tempat tidur di ruang rawat inap yang memang akan dimasukkan ke dalam perhitungan BOR.

Angka BOR ideal berkisar antara 75% - 85%. Apabila hasil perhitungan kurang dari persentase itu, maka rumah sakit harus segera menganalisa dan memperbaikinya, mengapa sampai terjadi BOR yang kurang dari standar. Apakah dari bagian marketing yang kurang? pelayanan rawat inap kurang memuaskan sehingga pasien banyak yang pindah karena hal itu, atau bahkan fasilitas rumah sakit yang tidak lengkap, sehingga pasien-pasien harus di rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.

Rumus untuk mendapatkan BOR sebagai berikut:
P = O X 100/A

O artinya, rata-rata tempat tidur terisi dalam satu periode tertentu (misalkan 1 tahun)
A artinya, jumlah tempat tidur rawat inap di rumah sakit yang akan dimasukkan ke dalam perhitungan BOR.




LOS atau AvLOS

LOS atau AvLOS merupakan kepanjangan dari Average Length of Stay (Angka rata-rata lamanya seorang pasien dirawat).

Angka AvLos idealnya berkisar 3 - 12 hari.

Rumus untuk mendapatkan LOS sebagai berikut:
L = O X 365/D

O artinya, rata-rata tempat tidur terisi dalam satu periode tertentu (misalkan 1 tahun)
D artinya, jumlah pasien yang keluar dalam periode tertentu (misalkan 1 tahun)

*apabila periode yang dicari adalah bukan dalam periode tahun, maka angka 365 itu diganti sesuai dengan yang diinginkan.




TOI

TOI merupakan kepanjangan dari Turn Over Interval (Angka rata-rata sebuah tempat tidur tidak terisi).

Angka TOI idealnya diantara 1 - 3 hari.

Rumus untuk mendapatkan TOI sebagai berikut:
T = (A-O) X 365/D

A artinya, jumlah tempat tidur rawat inap di rumah sakit yang akan dimasukkan ke dalam perhitungan BOR.
O artinya, rata-rata tempat tidur terisi dalam satu periode tertentu (misalkan 1 tahun)
D artinya, jumlah pasien yang keluar dalam periode tertentu (misalkan 1 tahun)




BTO

BTO merupakan kepanjangan dari Bed Turn Over (Tingkat penggunaan sebuah tempat tidur dalam satu tahun).

Angka BTO idealnya lebih dari 30 kali

Rumus untuk mendapatkan BTO sebagai berikut:
B = D/A

D artinya, jumlah pasien yang keluar dalam periode tertentu (misalkan 1 tahun)
A artinya, jumlah tempat tidur rawat inap di rumah sakit yang akan dimasukkan ke dalam perhitungan BOR.



Bagaimana cara mendapatkan nilai O?
Cara mendapatkan nilai O kita harus lakukan sensus harian dulu kemudian nanti kita akan mendapatkan angka lama dirawat per hari.

Lama dirawat = pasien awal+pasien masuk+pasien pindahan-pasien dipindahkan-pasien keluar hidup-pasien keluar mati. Kemudian jumlahkan lama dirawat tersebut selama periode tertentu (misalkan satu(1) tahun).

Jadi dapat dibuat rumus sebagai berikut :

O = total lama dirawat/365 (atau periode tertentu)

Cara mendapatkan nilai D :
D = pasien dipindahkan+pasien keluar hidup+pasien keluar mati



Membuat Grafik BJ (Barber Johnson)

Tujuan dibuatnya grafik Barber Johnson adalah untuk perbandingan efisiensi dalam kurun waktu tertentu dan memonitor terhadap standar/target yang telah ditentukan, perbandingan efisiensi antar ruang, mengecek kesesuaian laporan dan sebagainya.
Ketentuan Grafik sebagai berikut:
- Grafik BOR makin dekat dengan sumbu Y maka BOR semakin tinggi
- Grafik BTO mendekati titik sumbu maka pasien keluar makin tinggi

Apabila TOI tetap, AvLOS berkurang, BOR akan turun


Batasan nilai efisien:
BOR : 75%-85%
TOI : 1-3 hari
AvLOS : 3-12 hari
BTO : >30

Apabila titik temu antara BOR, AvLOS, TOI dan BTO berada di luar daerah efisiensi maka sistem kurang efisien. Untuk kesempatan kali ini, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai bagaimana menggambarkan daerah batas-batas efisiensi pada diagram kartesius secara manual dan konsepsi perhitunganya. Berikut ini penjelasannya.
Pembuatan Garis BOR 75% dilakukan dengan mencari angka Avlos dan TOI nya. Pencarian dilakukan dengan persamaan-persamaan berikut:

Kita umpamakan,
A adalah TT tersedia
O adalah Rata TT terisi dan
D adalah jumlah pasien keluar
TOI = T
AvLOS = L

BOR 75% maka rata-rata penggunaan tempat tidur (TT) adalah sebesar
= 75/100 = 3/4 A
Sehingga L= (O x 365/D)
L= 3/4 A x (365/D)
Sedangkan
T=(A - O) x (365 /D)
T =(A-(3/4)A) x (365/D)
T = ¼ A x (365/D)

Dari hal ini perlu kita ingat bahwa L=T, sehingga
L:T = ¾ A x (365/D) : ¼ A x (365/D)
L:T = ¾ : ¼
L:T = 3:1

Sehingga angka L adalah 3 dan T adalah 1. Angka ini dimasukkan dalam diagram kartesius dimana x adalah L atau sebesar 1 sedangkan y adalah T atau sebesar 3. Titik tersebut dapat ditarik garis lurus dari titik potong sumbu x dan y ke tak terhingga yang merupakan Garis BOR 75%.



Perpotongan antara BOR 75% dengan batas-batas TOI ( 1hingga 3 hari) dan AvLOS (1 hingga 12 hari) membentuk daerah efisiensi (efficiency area) diatas. Daerah efisiensi tersebut merupakan pedoman untuk melihat efisensi pengelolaan RS nantinya.
Apabila titik perpotongan antara BOR dan BTO berada diluar area tersebut maka dikatakan kurang efisien.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada anda semua mengenai perhitungan BOR, LOS, TOI dan BTO di rumah sakit. Setiap periode tertentu laporan-laporan wajib dibutuhkan oleh menajemen rumah sakit maupun untuk kebutuhan pelaporan eksternal misalnya dinas kesehatan.




0 komentar