Saturday, September 29, 2018

Berkunjung ke Manggar - Belitung Timur

Wooi..sudah pernah ke Belitung belum? Di rumah aja. Hehe.

Yup, Belitung merupakan pulau kecil dengan posisi sebelah timur pulau Sumatera - Indonesia dengan sejuta kesan. Bagi yang belum 'ngeh', pernah tidak Anda menonton film Laskar Pelangi? Film ini yang menceritakan sekelompok anak SD di sebuah sekolah dengan segala keterbatasan yang diangkat dari Novel karya Andrea Hirata dan cerita ini merupakan kisah nyata lho. Jika masih bilang nggak tahu juga, keterlaluan!. Hehe.

Bagaimana jika ingin pergi ke Belitung dari Bandung? Jika dari Bandung, sampai saat artikel ini di tulis, bahwa dari Bandara Husein Sastranegara tidak ada maskapai yang langsung terbang kesana. Harus dari Bandara Soekarno-Hatta, tetapi bisa saja Anda naik dari Bandung, kemudian transit Jakarta dan barulah menuju ke Belitung :D.

Saat kita mendarat di Pulau Belitung, Anda akan turun di Bandara Internasional Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Bandara ini satu-satunya di Pulau Belitung. 

Bandara Hanandhoeddin Belitung | itrumahsakit.com
Bandara Hanandhoeddin Belitung | itrumahsakit.com


I'm in Belitong | itrumahsakit.com
I'm in Belitong | itrumahsakit.com

Saat pertama kali masuk ke Bandara ini dari turun pesawat (di tempat pengambilan bagasi) Anda akan disuguhi seperti gambar diatas (abaikan objek manusia nya ya). Ya, walpaper I'm in Belitong, dan dibawah walpaper tersebut terdapat batu-batu karang dan aneka hewan laut. Hal ini menandakan bahwa Belitung memiliki tempat atau spot wisata laut dan cocok untuk diving.
Keluar dari ruangan pengambilan bagas di pintu kedatangan Anda tidak perlu khawatir banyak taksi yang menawarkan jasanya untuk mengantar ke tempat tujuan. Tidak seperti di Takengon-Aceh Tengah, hanya ada satu bis dan itupun hanya saat datang pesawat.


Pantai Tanjung Pendam

Arah selatan dari daerah Tanjung Pandan, terdapat pantai bernama Tanjung Pendam. Pantai ini memiliki pasir putih (sebagai informasi hampir semua pantai yang ada di daerah belitung memiliki pasir yang putih) dan lumayan memanjakan mata, untuk sekedar menikmati sunset dan angin pantai. Masuk ke pantai ini hanya di pungut dua ribu rupiah untuk masuk mobil dan bebas biaya parkir alias tidak ada tukang parkir setiap kali kita berhenti didalam area pantai ini! Biasanya jika di lain tempat, sering saja ada oknum yang melakukan praktek pungutan.

Pantai Tanjung Pendam | itrumahsakit.com
Pantai Tanjung Pendam | itrumahsakit.com
Pantai Tanjung Pendam | itrumahsakit.com
Tanjung Pendam | itrumahsakit.com


Jangan lupa juga kalau datang ke sini mampir di warung makan Mak Weng. Hidangan yang disediakan macam-macam. Namun makanan khas belitung yang sudah pasti ada adalah Gangan
Makanan khas Belitung ini sangat sedap, bagaimana tidak, ikan yang di beri kuah kuning dan irisan nanas membuat rasanya gurih sekaligus segar di lidah. Gangan ini ada juga yang kuahnya pedas, jadi 3 rasa yaitu gurih, pedas dan segar. Penasaran kan?

Gangan makanan khas Belitung | itrumahsakit.com
Gangan makanan khas Belitung | itrumahsakit.com

Warung Mak Weng | itrumahsakit.com
Warung Mak Weng | itrumahsakit.com

Menuju ke Manggar

Manggar merupakan suatu daerah di Belitung Timur, dan Belitung Timur itu sendiri merupakan daerah pemekaran. Selama perjalanan ke Manggar, kita akan melewati jalanan yang seru untuk mengebut tapi harus hati-hati jangan sampai tekor saat belokan :D. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju Manggar ini akan menghabiskan waktu tempuh kurang lebih 1,5 - 2 jam, tergantung situasi dan kondisi dan tentunya kecepatan menyetir Anda.
Dalam perjalanan kesana, Anda akan melewati beberapa daerah, tetapi yang menarik bagi saya adalah daerah yang bernama Air Madu. Asal usul mengapa daerah ini disebut air madu bukan berarti disini penduduk wanitanya suka di madu, bukan!. Tetapi dulu katanya ada yang pergi ke hutan untuk mencari madu hutan di daerah ini, setelah mendapatkan madu didalam perjalanan pulang ia menemukan sebuah umbi-umbian yang disebut "Kalingau", (tata cara penulisannya saya juga kurang tahu benar apa tidak, mohon beritahu ya kalau salah). Kemudian ia memakan kalingau tersebut, tetapi beberapa saat setelah makan kalingau ia hendak minum di sungai, airnya terasa manis terus menerus di lidah. Akhirnya orang yang sedang mencari madu hutan tersebut membuang madu yang didapatkannya ke sungai dan memakan kalingau saja karena sudah manis di lidah, entah tujuannya apa, mungkin air sungai nya agar manis kali ya.

Kalingau | itrumahsakit.com
Pohon Kalingau | itrumahsakit.com

Kalingau | itrumahsakit.com
Umbi Kalingau | itrumahsakit.com

Kalingau | itrumahsakit.com
Umbi Kalingau berwarna putih | itrumahsakit.com

Kalingau ini sebenarnya termasuk umbi-umbian, tetapi memiliki rasa buah-buahan :D.  Saat itu saya membuktikannya, dan benar-benar terbukti, setelah memakan kalingau, lalu saya minum air mineral biasa terasa manis terus di kerongkongan lho. Kalingau bentuknya seperti bawang, namun tidak memiliki bau seperti bawang. Didalamnya juga memiliki biji-biji hitam dan aman untuk dimakan juga kok.

Selain terdapat tumbuhan kalingau, mata pencaharian warga daerah ini adalah bercocok tanam alias berkebun. Meraka menanam lada, durian, manggis, rambutan dan lain sebagainya. Lada hasil ladang mereka jual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Lada Manggar | itrumahsakit.com
Lada salah satu hasil komoditi Manggar | itrumahsakit.com

Perjalanan ini akhirnya sudah di penghujung, ya, Manggar adalah tujuan akhir perjalanan saya. Gapura ucapan selamat datang pun terlihat. Selamat Datang di 1001 Warung Kopi.
Manggar memang terkenal dengan banyaknya warung kopi juga. Padahal warga disini bukan berarti berkebun kopi. Mereka hanya membeli kopi mentah hasil jemur dari pulau Sumatera, kemudian di sangrai dan ditumbuk oleh sendiri.  Warung kopi di daerah ini mungkin hanya di berjarak 3-5 rumah saja antara warung kopi dengan warung kopi lainnya. Masyarakat disini disaat siang, sore apalagi malam hari suka berkumpul di warung kopi. Sekedar untuk menikmati secangkir kopi dan ngobrol ringan bersama teman-teman yang lain atau jika ada tayangan bola, dipastikan warung-warung kopi ini dipenuhi oleh anak-anak, pemuda dan orang tua untuk nonton bersama.

Salah satu warung kopi di Manggar | itrumahsakit.com

Menikmati Kopi O (red. kopi hitam) pada salah satu 1001 warung kopi disini merupakan kenikmatan yang hakiki. Dengan di temani oleh sang rembulan yang sedang sempurna bersinar. Selain menu macam-macam kopi, kita juga bisa pesan menu lainnya yang ada disana.

Sebenarnya Manggar merupakan daerah yang potensial untuk wisata, namun pemerintah daerah ini masih belum mengarah kesana. Terutama sejarah Manggar ini yang merupakan mantan daerah tambang timah terkenal dari sejak dahulu kala, ya sekitar tahun 60'an, Manggar terkenal dengan kota tambang timah dibawah naungan PT. Timah. Namun dikarenakan 'sesuatu' banyak karyawan yang di PHK hingga 8000 karyawan di rumahkan. Berbagai tempat sisa tambang menjadi tempat gersang yang tidak terurus, hanya rumput ilalang saja yang bertebaran. Rumah-rumah dinas bekas karyawan tambang pun menjadi rumah tak berpenghuni seperti rumah hantu. Serta entah bagaimana awal mulanya, tanah bekas pertambangan hingga lapangan golf pun menjadi milik salah satu politikus di Indonesia asal Belitung ini. Semoga Manggar menjadi tempat yang indah setelah ada rehabilitasi oleh pemerintah setempat. Aamiin. 

0 komentar